Yakinkah sobat memasuki blog ini?!

Blog ini dikelola Mokhammad Fathoni, seseorang yang dilahirkan di kaki Gunung Welirang arah Mojokerto yang saat ini menyibukkan diri dengan kegiatan wirausaha kecil-kecilan. Sudah pasti Sobat memasuki blog-nya wong ndeso yang tidak tahu carut-marutnya dunia cyber. Jadi mohon maaf kalau penampilan blog-nya terkesan semrawut dan tidak modis. Sekalipun terkadang tulisannya ‘sok ilmiah’, percayalah saya bukan intelektual yang terbiasa menulis dengan tartil dan bernas. Maklum, selain orangnya pemalas, kepala ini rasanya mau pecah kalau diajak mikir, hehe…

Sobat yakin masih mau melanjutkan? Jika Sobat cerdas, saya anjurkan untuk mundur…

Saya bukan tipe orang yang menulis secara tartil / ajeg, apa lagi bernas dalam menulis. Sobat pernah dengar istilah tartilkan, kan? Kata Qur’ân, Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). (QS. al-Furqân [25]: 32). Tuh kah, dah sok ilmiah lagi, maaf ya.., ini hanya untuk menghormati guru ngaji Qur’ân / Hadits saya (Prof. Dr. Said Agil Husain al-Munawar) yang lagi kena musibah, ilmu yang beliau turunkan masih ada bekasnya dikit-dikit. Kalau istilah bernas, saya sendiri juga kurang tahu, hehe… Kalau Sobat ngotot, lihat aja di Ensiklopedia Indonesia.

Tuh kan, tambah ngaco… yang jelas lewat blog ini saya bisa berkomunikasi dengan sobat-sobat lebih santai, geyeng plus lihati photo-photo saya yang tidak ada bagus-bagusnya sama sekali. Kalau photonya sobat-sobat yang ada di saya sih, cakep-cakep…

Tidakkah Sobat merasa kesasar memasuki blog ini? Terlebih nama situsnya Zâwiyahku, weleh-weleh… Konon Zâwiyah itu tempat orang sufi bukan cuma suka film lho untuk uzlah / semedhi. Jadi kalau Sobat berharap bisa ngaji di blog ini, maaf Sobat telah salah masuk situs…

Blog ini saya niatkan sebagai sarana latihan menulis dan berkomunikasi dengan Sobat semua. Sobat tahu sendiri, kan… tulisanku garing seperti makan nasi tanpa sayur. Makanya saya sangat berterima kasih kalau sobat-sobat bisa bantu saya cara meramu kata-kata hingga mudah di kepala, enak dirasa dan adeem di hati…

Saya minta maaf jika sampai ada yang telah membaca sampai kalimat ini, karena Sobat tidak menemukan apa-apa yang bermanfaat. Dan saya sangat tersentuh kalau Sobat berkenan kasih komentar untuk saya…

Salam….