Posts filed under 'Surat-Surat'

Kebencian Adalah Cinta Yang Terluka

Bism-i ’l-Lâh-i ’r-rahman-i ’r-rahîm..

Assalâmu ‘alaykum Wr. Wb.

Adik Dyan,

Sungguh…, teramat jarang saya menulis dengan jiwa tertekan begitu dalam, seperti saat ini. …Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.., (QS. Yusuf [12]: 86). Namun, diiringi murrattal Juz 30 Syeh Mishary Rashid al-Afa yang mendedah hati duka, saya berusaha terus menulis dan berharapan, semoga Adik Dyan sempat membaca hingga usai…

Dik Dyan, betapa sedih hati ini, tanaman yang kutaburkan dengan tanganku sendiri kini telah porak poranda oleh ulahku sendiri. Aku seperti …perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali…. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (QS. An-Nahl [16]: 92). (lagi…)

1 comment Agustus 21, 2008

Dahulukan akhlaq di atas Fiqh

Bism-i ’l-Lâh-i ’r-rahman-i ’r-rahîm..

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. an-Nisâ’ [4]: 1).

Konsultasi?! Wah mBak, saya bukan konselor. Apalagi dukun (bodho pikun, hehe…). So, kalau ada masalah sharing dengan saya, dijamin, masalahnya ndak tambah selesai-selesai, hehe…

Trim’s untuk komentarnya, di sela-sela kesibukan mBak Dyan yang padat.

Komentar mBak Dyan membuat saya tidak bisa menulis apa-apa kali ini, minder berat, hehe…. Saya bukan penulis, mBak. Cuma di waktu senggang (walah…, padahal ndak pernah sibuk) biasanya saya gunakan membaca. Dan dari bacaan itu saya jadi sedikit faham, kenapa dunia tulis-menulis jadi pembeda antara era sejarah dengan era pra-sejarah. Karya tulis itu mengenalakan saya padaa mereka beserta pandangan hidupnya sekalipun mereka telah wafat berabad-abad silam. Mereka menjadi entitas sejarah. (lagi…)

Add comment Agustus 21, 2008

Tanpa Referensi di Tanda Koma

Bism-i ’l-Lâh-i ’r-rahman-i ’r-rahîm..

…Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad (berketapan hati), maka bertawakkallah kepada Allah…(QS. Ali Imrân [3]: 159.)

mBak Dyan….

Sungguh saya mohon maaf, jika memang hari-hari mBak Dyan kurang nyaman akhir-akhir ini. Mungkin ini disebabkan kesalahan saya (yang kuno dan tradisional ini) memaknai sikap diam mBak Dyan. Sekali lagi saya mohon maaf!

Dulu, ketika saya ngaji fiqh –sepengetahuan saya yang bodoh– ketika seorang gadis berdiam diri ketika ada yang berniat mengenalkan diri, itu bermakna ada peluang untuk membuka hati. Yang ini tidak berlaku bagi seorang perempuan yang pernah menikah (janda). Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf. (QS. al-Baqarah [2]: 235)

mBak Dyan, ternyata saya salah. Tidak semua gadis yang berdiam diri itu membuka peluang pintu hatinya diketuk laki-laki yang berniat mengenalnya. Ah, zaman bergerak teramat cepat, yang tak sanggup aku pahami sekalipun dalam mimpi, meminjam istilah Khalil Gibran. (lagi…)

Add comment Agustus 21, 2008

Tanpa Referensi

Walah-walah kena semprot habis, nih… Saya benar-benar mohon maaf, sungguh bukan maksud hati bikin teka-teki. Kalau saya baru bisa balas, mohon maklum, infrastruktur IT-nya belum mendukung.

Pertanyaan siapa saya, sejujurnya bikin saya mrinding. Karena saya bukanlah siapa-siapa. Hidup saya masih belum banyak bermanfaat. Saya jadi teringat M. Iqbal (pujangga Muslim dari India/ Pakistan), ketika ditanya siap dia. Inilah jawabannya, “Sebetulnya, aku sendiri tidak perduli dengan diriku sendiri. Aku pun juga ingin sekali mengetahui apakah aku ini benar-benar aku. Iqbal tidak pernah perduli apakah Iqbal benar-benar ada. Ini merupakan sebuah fakta, dan bukan main-main.”

Saya mungkin bagian dari ketidakjelasan itu, hehe…. Oke-oke, ini jelas bukan jawaban yang Sampeyan harapkan. Tapi dari mana saya memulainya, jika kita memang benar-benar belum pernah bertemu sebelumnya. Konon karya ilmiah tidak akan diakui tanpa referensi yang sahih di bidangnya. Barangkali cara mengenalkan diri saya ini juga tidak ilmiah, karena tidak ada yang mereferensikan sebelumnya. Sementara Pak Kus, yang saya harapkan bisa menjadi catatan kaki dan menjembatani kita, ternyata belum lagi bisa menjadi referensi yang memadai. (lagi…)

Add comment Agustus 21, 2008



Selamat Datang

 

Januari 2010
S S R K J S M
« Mei    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

Tulisan Terakhir

Kategori

Komentar Terakhir

yobroo di Madinah: Kubah Hijau yang…
justdy di BIDADARI DI UJUNG RAMADHA…
Galuh di BIDADARI DI UJUNG RAMADHA…
fath di BIDADARI DI UJUNG RAMADHA…
ummu fatimah di BIDADARI DI UJUNG RAMADHA…

Blog Stats

Klik tertinggi

Meta

Kamus OnLine

Blog Orang Beken

Blogroll

Friends

Kajian Islam

Situs Keislaman